SELAMAT DATANG DI KATERING SARI RASA

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2014

Kepada Yth.,
Para Pelanggan
Rekan Kerja
Supplier
di tempat




Keluarga Besar Katering Sari Rasa Magelang
mengucapkan:




Selamat Hari Raya Idul Fitri 
1 Syawal 1435 H
(28 Juli 2014)

Mohon maaf lahir dan batin

 

Makanan Murah Untuk Diet

Ada anggapan bahwa diet identik dengan gaya hidup sehat berbiaya tinggi. Anggapan ini mendasarkan pada mahalnya makanan olahan atau jenis makanan yang susah didapatkan. Dan, kalau makan itu ada di pasaran maka harganyapun mahal. Tips memilih makanan untuk diet yang ramah di kantong dikutip dari situs All Women Stalk.

Telur
Telur merupakan sumber protein yang membuat Anda kenyang lebih lama dan membantu tubuh membangun otot. Jangan takut mengonsumsi kuning telur karena merupakan sumber asam lemak esensial (EFA), kolin, vitamin D, dan vitamin B12 yang menggunakan metabolisme Anda untuk membakar lemak sebagai bahan bakar tanpa menyimpan di dalam tubuh. Pilih telur organik jika mungkin, dan konsumsi dua butir telur untuk sarapan setiap pagi.

Seledri
Seledri merupakan sayuran yang bagus untuk dipilih ketika Anda sedang diet dan memiliki uang terbatas. Seledri cukup murah, di samping itu dapat mengekang keinginan untuk mengemil makanan manis. Jadikan seledri sebagai taburan ataupun campuran jus sayur. Air dan serat yang terkandung dalam seledri akan mengelabui tubuh dan mengirimkan sinyal pada otak bahwa Anda sudah makan lebih dari cukup. Plus, bisa mengatasi kembung sehingga perut terlihat lebih rata dan ramping.

Plain Yogurt
Yogurt adalah makanan penurun berat badan yang cukup efektif, tetapi hanya jika yogurt yang Anda konsumsi merupakan plain atau tawar. Plainyogurt cukup ekonomis per porsi dan ini akan membuat Anda kenyang dalam waktu yang lama, yang merupakan kunci untuk menurunkan berat badan dan menghemat uang.
Anda juga masih bisa berkreasi dengan asupan nutrisi Anda misalnya telur sebagai sumber protein dapat diganti dengan buncis dan kacang-kacangan yang tidak kalah bagus untuk menu diet Anda.

dari berbagai sumber


Ikon Kuliner Indonesia



Banyaknya ragam kuliner Indonesia mengakibatkan sulitnya mendefinisikan mana yang termasuk makanan khas Indonesia. Karena itu perlu ditetapkan jenis makanan tradisional yang dapat menjadi ikon, mewakili kuliner Indonesia di event nasional dan internal. Ikon kuliner tradisional Indonesia dikelompokkan menjadi 30 ikon kuliner.  Kuliner tersebut terdiri dari kuliner pusaka, tradisi dan unggulan, mulai dari makanan pembuka, hingga penutup.

Landasan pemilihan 30 ikon  kuliner tradisional  Indonesia tersebut  berdasarkan beberapa kriteria. Pertama, bahan baku harus mudah diperoleh, baik di dalam maupun luar negeri, yang kedua kuliner tersebut telah dikenal oleh masyarakat luas, serta ada pelaku profesional praktisi kuliner tersebut.

Tiga puluh ikon kuliner tradisional Indonesia, yang diseleksi oleh Kelompok Kerja buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang terdiri dari para praktisi dan pakar kuliner, yaitu Ayam Panggang Bumbu Rujak Yogyakarta, Gado-gado Jakarta, Nasi Goreng Kampung, Serabi Bandung, Sarikayo Minangkabau, Es Dawet Ayu Banjarnegara, Urap Sayuran Jogjakarta, Sayur Nangka Kapau, Lunpia Semarang, Nagasari Jogjakarta, Kue Lumpur Jakarta, Soto Ayam Lamongan, Rawon Surabaya, Asinan Jakarta, Sate Ayam Madura.

Berikutnya Sate Maranggi Purwakarta, Klappertaart Manado, Tahu Telur Surabaya, Sate Lilit Bali, Rendang Padang, Orak-arik Buncis Solo, Pindang Patin Palembang, Asam Padeh Tongkol Padang, Nasi Liwet Solo, Es Bir Pletok Jakarta, Kolak Pisang Ubi Bandung, Ayam Goreng Lengkuas Bandung, Laksa Bogor, Kunyit Asam Solo, serta Nasi Tumpeng. Ke-30 ikon kuliner ini ditetapkan sebagai ikon kuliner tradisional Indonesia di dalam maupun luar negeri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengharapkan dari ke-30 ikon kuliner tradisional Indonesia ini, akan akan disajikan berbentuk menu, mulai dari makan pembuka hingga minuman.  Ditetapkannya 30 ikon kuliner tradisional Indonesia, diharapkan menjadi makanan yang wajib dimasak pada setiap event nasional atau internasional di Istana Negara.

Mie La Mian

La Mian secara harfiah berarti "mie tarik." Mie ini dibuat dengan tangan dan terbuat dari gandumg. La berarti tarik, mian berarti mie. Mie ini berasal dari Uyghur, daerah di Cina Utara. La mian dibuat dari tepung campur air yang diadon hingga kenyal. 

Adonan tepung yang sudah selesai dibungkus dengan plastik dan didiamkan selama kurang lebih satu jam. Setelah itu, baru adonan siap diolah menjadi mie. Adonan didiamkan cukup lama agar menjadi liat, sehingga mudah mengolahnya. Langkah pertama, adonan digulung dan ditarik-tarik hingga menyerupai tali besar.

Langkah kedua dan seterusnya,  dilipat menjadi dua dan digulung-gulung menjadi satu.Proses ini dilakukan sepuluh kali. Tujuannya, agar adonan semakin lentur. Selain ditarik-tarik, kadang adonan diberi tambahan minyak dan tepung agar semakin liat dan tidak mudah putus.

Setelah cukup lentur, adonan ditarik lagi. Lalu, kedua ujungnya disatukan dalam satu tangan. Sementara tangan yang lain menjaga agar adonan tidak lengket menjadi satu. Adonan ditarik lagi, lalu dilipat lagi, lalu ditarik lagi. Begitu seterusnya.

Jika diperhatikan, setiap kali ditarik dan dilipat, adonan menjadi dua utas tali mie. Ketika dilipat dan ditarik, bertambah menjadi empat, lalu menjadi delapan. Setelah dilipat, jumlah tali mie menjadi dobel. Mie terus ditarik-tarik sampai mencapai ukuran yang diinginkan.

Penjual la mian biasanya baru akan membuat jika ada yang memesan mie. Jadi, mie-nya selalu baru. Pembeli dapat menunggu pesanan sambil melihat atraksi tukang mie membuat la mian.  La mian biasa disajikan panas-panas dengan daging sapi, daging ayam. Dapat juga disajikan dingin sebagai campuran salad, seperti tomat, timun, dan lainnya. 

dari berbagai sumber

Jenis Mie

Ada beberapa jenis mie yang terkenal di daratan Asia, termasuk Indonesia. Penggolongan ini menyoroti bentuk dan ukuran mie.  Jenis mie golongan ini ada yang dibuat tipis atau tebal, pipih atau bulat. Panjang mie bisa bervariasi dari yang 10 cm sampai 100 cm. Pengemasan mie yang panjang bisa dipotong sesuai selera atau kebutuhan. Atau, dikemas dengan cara digulung. Kemasan ini bisa dlam keadaan basah maupun kering.

Berdasarkan bahan mie. Mie terbuat dari tepung gandum, beras, singkong, ganyong ataupun sagu. Bahan pembuat mie ini terus berkembang seiring dengan perkembangan kuliner jaman sekarang ini. Varian bahan bisa dari bahan yang sama sekali baru ataupun kombinasi dari bahan yang sudah biasa digunakan. 

Pertimbangan bahan ini terkait juga dengan tren kesehatan. Pola makan diyakini mempengaruhi kesehatan, misalnya orang dalam kondisi tertentu yang harus mengurangi asupan kalori rendah. Maka diciptakan mie dengan menambahkan campuran sayuran dan mengurangi kadar tepungnya. Ada pertimbangan ketersediaan bahan. Mie Lethek adalah hasil olah kreatif kuliner mengolah singkong. 

Setiap jenis mie memiliki sejarah tersendiri dalam dunia kuliner di negaranya atau daerah tertentu.  Menelusuri bahan dan sejarah olahannya, memang cukup rumit karena menyangkut budaya kuliner antar negara selama berabad-abad. Jenis mie itu antara lain: mie La Mian, mie Ramen, mie Udon, mie Soba, mee Pok, Hor Fun atau Shahe Fen, Soun, Mie Bihun, Idiyappam, Dotori Guksu, mie Lethek.

Cari Menu Sari Rasa

Cetak Halaman Ini

Peta Sari Rasa

Formulir Kontak Sari Rasa

Nama

Email *

Pesan *