Katering Sari Rasa Magelang melayani selera rasa Anda dengan bangga, karena Anda sungguh istimewa
Asal - Usul Mie
Dalam budaya China, mie adalah simbol kehidupan yang panjang. Simbol ini dimunculkan secara tradisional dalam sajian pada acara ulang tahun dan saat Tahun Baru Cina, yaitu hampir selalu ada mie dalam menu sajiannya. Semakin panjang mie bisa disajikan, semakin panjang umurnya. Olahan mie ini sangat bervariasi bumbunya, dengan kuah ataupun tanpa kuah.
Di Jepang, mie dimasukkan ke dalam upacara minum teh. Tradisi membuat mie dianggap sebagai seni tersendiri di negara tersebut. Mie bahkan menjadi lebih penting di Jepang setelah Perang Dunia II, ketika kekurangan makanan dan hanya mie kering yang tersedia.
Selama bertahun-tahun, asal usul mie masih menjadi perdebatan. Masih simpang siur siapa yang pertama kali membuatnya. Beberapa pendapat mengatakan bahwa mie pertama kali dibuat di daratan Mediterania.
Lain lagi mengungkapkan teknologi pembuatan mie dikembangkan di Timur Tengah. Ada pula sebuah catatan tua yang merekam bahwa mie pertama kali dibuat saat jaman Dinasti Han di China tahun 25-200. Kemudian pada tahun 2005, ditemukan mie tertua yang berumur 4000 tahun di daratan China. Penemuan ini menjadi bukti bahwa penduduk China modern adalah yang pertama membuat mie.
Namun, apakah teknologi pembuatannya diadopsi dari Timur Tengah atau tidak, masih terus menjadi perdebatan. Banyak orang yang juga menyangka bahwa mie berawal dari pasta sehingga menunjuk Italia yang pertama membuat mie. Namun, banyak sejarahwan percaya bahwa ketika Marco Polo berkunjung ke China pada abad ke-13, dia menyukai mie dan membawanya ke Italia dan memengaruhi masakan di negaranya.
Pada kenyataannya, mie tidak menjadi makanan pokok di Italia sampai abad ke-17 dan 18. Di benua Asia, mie tidak begitu banyak menyebar sampai kira-kira tahun 100. Pada tahun tersebut, mie mulai dikenal dan disukai di beberapa negara seperti, Jepang, Korea, Vietnam, Laos, bahkan sampai negara-negara pulau di Asia Tenggara dan Asia. Arti Mie
dari berbagai sumber
Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2014 (2558 BE)
Kepada Yth.,
Para Pelanggan
Rekan Kerja
Supplier
di tempat
Keluarga Besar Katering Sari Rasa Magelang
mengucapkan:
SELAMAT HARI RAYA
TRI SUCI WAISAK
15 Mei 2014
2558 BE
Sang Welas Asih Sejati
Datang untuk kedamaian dunia
Datang untuk kedamaian manusia
Amin
Salam Sari Rasa
SELAMAT HARI RAYA
TRI SUCI WAISAK
15 Mei 2014
2558 BE
Sang Welas Asih Sejati
Datang untuk kedamaian dunia
Datang untuk kedamaian manusia
Amin
Salam Sari Rasa
Cara Mencetak Entri Blog Katering Sari Rasa
1. Buka entri yang ingin dicetak. Entri
tersebut bisa dicari dengan cara mengetik kata kuncinya di
tempat “Cari Menu Sari Rasa” yang ada di kanan atas dari blog ini, . Klik search atau enter jika kata kuncinya selesai diketik, tunggu sebentar sampai muncul entri yang mengandung kata kunci tersebut.
2. Bila entri sudah diketemukan sesuai
harapan, maka silakan mulai atur kelengkapan pencetakan. Perintah cetak “Print
Halaman Ini” ada di antara bawah entri ini dan peta Sari Rasa. Klik bagian “Print
This Page” sebelah kanan gambar printer, maka akan muncul tampilan untuk mengatur pencetakan, misal: jenis
print, ukuran kertas, layout, pages dll. Halaman tercetak sebaiknya
menyesuaikan kebutuhan, setting "Pages: 1, 2, ... dst" dan jangan setting ke “Print
All” karena ada beberapa tampilan yang tidak kita butuhkan akan tercetak juga, akibatnya boros kertas dan tinta.
3. Selamat mencetak dan semoga bermanfaat.
Onde - Onde
Onde-onde adalah nama sebuah
makanan gorengan (kue) yang terbuat dari tepung ketan/terigu dan berbentuk
bulat seperti bola, di dalamnya biasanya berisi tumbukan kacang ijo manis. Bagian kulit luarnya ditaburi biji wijen.
Onde-onde merupakan kue yang rasanya gurih dan banyak disukai sehingga terkenal
di seluruh dunia.
Onde-onde berasal dari Cina. Kue ini menyebar melaui pedagang di sana menuju daerah selatan Cina, lalu berkembang ke daerah Asia Timur dan Asia Tenggara. Setiap negara memiliki sebutan yang berbeda-beda terhadap kue bulat ini. Sedangkan di Malaysia disebut kuih bom, di Filipina disebut butsi, di Vietnam disebut banh cam atau banh ran. Di Indonesia kue ini disebut onde-onde dan banyak dijumpai mulai di daerah pedesaan hingga perkotaan. Mojokerto merupakan kota yang dijuluki sebagai kota onde-onde. Kue ini banyak tersedia mulai dari warung-warung tradisional maupun di supermarket.
Onde-onde memiliki rasa gurih dan
manis serta mudah kenyang. Hal ini dikarenakan kandungan karbohidrat yang
tinggi dari tepung ketan yang digunakan sebagai bahan kulit luar onde-onde.
Taburan wijen pada kulit luar banyak mengandung protein serta isi onde-onde
yang manis. Setiap mendengar kata onde-onde, biasanya seseorang pasti teringat
dengan kue bulat yang berisi kacang ijo dan bertabur wijen.
Tekwan atau Tek Wan
Tekwan, nama makanan ini terdengar
seperti bahasa Cina. Kuliner khas Palembang selain pempek,
tentunya kalian pernah mendengar makanan tekwan. Tekwan merupakan salah
satu teman ’si pempek’ juga, bahan dasar utamanya sama yaitu ikan dan
tepung. Tekwan ini dimakan dengan disiram kuah udang, dengan potongan
bengkoang, dan jamur kuping, enak dimakan selagi hangat.
Cara memasak tekwan, pertama adalah
membuat bulatan seperti bakso. Ke dua, blender udang sampai lembut, aduk udang cincang,
putih telur, tepung kanji, garam, gula, dan merica, sisihkan. Ke tiga, didihkan air dan
kulit udang lalu saring, buang kulitnya.
Ke empat, Bulatkan adonan tadi menjadi seperti bakso lalu masukkan kedalam kaldu. Setelah terapung, matikan
kaldu, keluarkan bulatan tekwan.
Ke lima, tumis bumbu halus sampai harum,
masukkan bulatan tekwan, bengkuang, bunga sedap malam, soun dan jamur kuping.
Aduk sampai rata semua bahan tadi dan tuang ke dalam kaldu. Untuk menambah
aroma sedap, maka tambahkan daun seledri dan bawang goreng. Sajikan dalam keadaan panas dengan taburan
bawang goreng renyah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Cari Menu Sari Rasa
Daftar Isi
- A. Menu Sari Rasa (5)
- B. Tips Sari Rasa (71)
- C. Rasa Kuliner (113)
- D. Rasa Humor (9)
- E. Serba-Serbi Rasa (44)
- F. Belajar Masak (48)



