SELAMAT DATANG DI KATERING SARI RASA

Manfaat Daun Suji

Tanaman ini termasuk tanaman perdu dengan bentuk daun memanjang dan tersusun melingkar. Daunnya mirip dengan daun pandan, berwarna hijau tua, bentuknya runcing polos tanpa tulang tengah. Seringkali orang kebingungan membedakan daun suji dengan daun pandan, sepintas memang terlihat sama,  namun kalau diamati dengan seksama akan ditemukan perbedaannya. Daun pandan mempunyai duri di pinggir daunnya, sedangkan daun suji tidak ada durinya. Daun pandan lebih wangi dibanding daun suji. Pohon daun suji akan meninggi sampai 8 m dan pandan tidak bisa meninggi karena akan jatuh menjalar ke tanah.

Daun pandan biasanya digunakan sebagai pengharum kue tradisional, aneka minuman maupun masakan. Daun suji sering dipakai sebagai pewarna hijau pada kue jajan pasar atau minuman, misalnya: cendol es, klepon, jenthik manis, lapis manis, kue cetak, kue mendut dll.

Sehat Karena Sirsak ....! Mau ....?

Sirsak atau sirsat (Bld: zuurzak) adalah jenis buah dari yang sangat dikenal di masyarakat Indonesia.  Sirsak masuk ke Indonesia karena dibawa oleh Belanda sehingga penamaan buah ini oleh orang Jawa disebut nangka sabrang atau nangka landa. Orang Sunda menyebutnya nangka walanda atau sirsak. Varian namanya di daerah lain adalah  deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro(Nias), jambu landa (Lampung) dll.  Sirsak sebenarnya berasal dari Karibia, Amerika Tengah.

Kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat. Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak, sehingga sangat baik untuk kesehatan. Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan supaya tetap awet muda.

Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis. Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.

Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13% kebutuhan serat pangan sehari. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit  atau susah buang air besar. Kita dapat mengkonsumsi secara teratur buah sirsak baik dengan cara dimakan langsung atau dalam bentuk jus buah untuk pencegahan berbagai penyakit. 

Penyajian juice sirsak sekarang sudah masuk ke ranah pesta. Hal ini menunjukkan gejala adanya kesadaran pentingnya kesehatan dan pola makan. Katering Sari Rasa memasukkan menu juice sirsak karena menyadari pentingnya makanan dalam kesehatan kita. Makanan sangat berpengaruh dalam kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pemilihan menu yang akan disajikan dalam pesta perlu mempertimbangkan efek kesehatannya selain selera rasa yang memuaskan lidah saja. Selamat mencoba!


(disarikan dari berbagai sumber)

Daun Pepaya Tidak Pahit ?


Daun pepaya pahit rasanya. Rasa pahit ini bagi sebagian orang menjadi alasan untuk tidak mau makan daun pepaya. Tetapi, bagi sebagian orang, rasa pahit ini adalah kenikmatan tersendiri. Rasa suka dan tidak suka memang tidak bisa diperdebatkan karena tidak ada ukuran baku yang bisa diterima secara bersamaan di antara banyak orang. 

Di kalangan masyarakat tradisional, daun pepaya banyak dikonsumsi untuk sayuran. Aneka masakan dengan racikan daun pepaya antara lain: urap, oseng, pecel, gudheg, buntil dll. Campuran masakan ini beraneka macam, antara lain: ikan teri, tempe, daging, daun ketela, cabe hijau atau merah. Bagi mereka yang tidak suka pahitnya daun pepaya, berikut ini cara untuk menghilangkan rasa pahit daun pepaya sebelum dimasak sesuai jenis masakan yang kita diinginkan, yaitu:

1. Rebuslah daun pepaya bersama dengan beberapa lembar daun jambu biji. Setelah daun tersebut direbus sampai airnya mendidih, tiriskan daunnya dan rebus kembali dengan air bersih sampai matang. 
2.  Rebuslah daun pepaya bersama dengan beberapa lembar daun jambu mete. 
3. Rebuslah daun pepaya dengan campuran daun singkong saat merebusnya. 
4. Campurkan daun pepaya dengan garam kasar, lalu remas sampai daun pepaya menjadi lemas dan layu. Diamkan selama 5 menit, lalu cuci bersih dan rebus sampai matang. 
5. Rebus daun pepaya utuh dengan tanah liat (jawa: lempung) di dalamnya. Setelah empuk, pisahkan daun pepaya dari tanah liat. Daun pepaya yang utuh akan memudahkan cara mencucuinya. Cuci daun pepaya dengan air bersih dengan cara mengangkat gagang daunnya. Ulangi beberapa kali sampai tanah liat benar-benar hilang dan daun pepaya menjadi bersih. Selamat mencoba dan menikmatinya.

(dari berbagai sumber)

Sambal: Si Pedas Yang Dicari dan Dibenci!

Sambal adalah sejenis saus yang diracik dari cabai yang dihancurkan sehingga keluar kandungan airnya dan biasanya ditambah bahan-bahan lain seperti garam, bawang atau terasi. Sambal merupakan salah satu unsur khas hidangan Indonesia.  Sambal yang pedas adalah pemberi kenikmatan saat kita makan. Banyak makanan yang mengutamakan rasa pedas dengan istilah unik, misal: oseng-oseng mercon, bakmi setan, sambel gendheng, dll. Bahkan, ada rumah makan yang memberi gratis makan bila mampu mencapai tingkat kepedasan tertentu. Makanan pedas selalu dicari para penggemarnya, tetapi juga "dibenci" oleh orang yang tidak suka pedas.

Ada bermacam-macam variasi sambal yang berasal dari berbagai daerah, antara lain:

  1. Sambal Asam adalah sambal yang mirip dengan sambal terasi dan mengandung asam, biasanya asam jawa.
  2. Sambal Bajak adalah sambal yang cabainya digoreng dengan minyak ditambah dengan bawang putih, terasi dan bumbu-bumbu lainnya.
  3. Sambal Balado adalah sambal khas daerah Minangkabau.  Cabai untuk sambal ini digoreng dengan minyak, bawang putih, bawang merah atau bawang bombai, tomat, garam dan jeruk nipis.
  4. Sambal Belacan adalah sambal yang mengandung  belacan atau udang yang dilumatkan. Sambal ini biasanya dapat digabung dengan bahan lain seperti kangkung untuk menghasilkan sambal kangkung. Jika sambal ini dicampur dengan cumi-cumi untuk menghasilkan sambal sotong, atau dicampur dengan telur untuk sambal telur.
  5. Sambal Kemiri adalah sambal yang  mengandung kemiri.
  6. Sambal Manis adalah sambal dengan racikan cabai, bawang dan gula. Sambal ini rasanya agak manis.
  7. Sambal Pencit adalah sambal ini dicampur dengan irisan buah mangga muda (jawa: pencit)
  8. Sambal Tomat adalah sambal yang dicampur dengan tomat, baik yang diiris kecil-kecil atau dilumatkan.
  9. Sambal Trasi atau sambal terasi adalah sambal yang mengandung terasi. Terasi adalah udang yang dilumatkan. Juga mengandung cabai merah dan hijau, terasi, gula, garam, jeruk nipis.
  10. Sambal Udang adalah sambal dengan cabai digoreng dengan minyak, bawang putih dan udang.
  11. Sambal Ulek adalah sambal yang diracik dari cabai, bawang putih, garam mentah. Variasi sambal ini cabainya hijau atau merah ditambah jeruk nipis.
  12. Sambal Jeruk adalah sambal  dari cabai hijau dengan perasan jeruk nipis.
  13. Sambal Setan adalah sambal yang sangat pedas dengan khusus. Cabai khusus ini bentuknya kecil mirip cabai rawit, padat berisi, warna hijau dan atau merah gelap.
  14. Sambal colo-colo adalah sambal khas daerah Maluku. Di Manado sambal ini disebut sambal dabu-dabu. Secara sepintas keduanya memiliki kemiripan. Semua bahan diiris kecil tipis, antara lain: tomat muda atau masam, bawang merah dan cabe rawit. Kemudian ditaburi sedikit garam dan disiram dengan kucuran jeruk nipis.
  15. Sambal cengeh adalah sambal khas daerah Lombok. Racikan untuk membuat sambal ini adalah cabai, bawang putih, terasi dihaluskan lalu semua bahan digoreng sampai kering.

Kue Keranjang Katering Sari Rasa


Merayakan Imlek tidak lengkap kalau tidak ada kue keranjang, kadang disingkat kue ranjang (nian gao). Pada awalnya kue, ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga.  Kue keranjang yang dijadikan sesaji disusun secara bertingkat bermakna simbolis harapan akan jabatan maupun kemakmuran semakin tinggi di  tahun yang akan datang.

Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Kue keranjang terbuat dari beras ketan dan gula ini dapat disimpan lama, bahkan dengan dijemur dapat menjadi lebih keras membatu dan awet. Cara penyajian kue ini ada dua cara. Pertama, jika kue tersebut masih lunak dapat dibuat kue mendut  Sebelum menjadi keras kue tersebut dapat disajikan langsung. Kedua, setelah kue keranjang menjadi keras dapat digoreng menggunakan tepung atau telur ayam. Cara pengolahan ini enak disajikan ketika masih hangat.

Katering Sari Rasa Magelang sudah puluhan  tahun memproduksi kue keranjang. Kue keranjang buatan Katering Sari Rasa selalu dicari banyak orang untuk keperluan Imlek karena cirikhas tradisional yang masih dipegang teguh olehnya. Cirikhas itu adalah kelembutan adonan tepung yang tepat sehingga menghasilkan kue yang kenyal dan lentur. Terlebih lagi, kue ini dibungkus daun pisang pilihan yang memberinya aroma khas alami dari daun pisang dan kue ini akan lebih awet lebih dari setahun.

Imlek pada tahun 2012, di tahun Naga Air,  Katering Sari Rasa memproduksi kue keranjang dan menyalurkannya ke pelanggan lebih dari 10 ton kue. Volume produksi kue ini terus meningkat setiap tahun karena jumlah permintaan yang terus bertambah. Memproduksi kue ini bukan pertama-tama bertujuan mencari keuntungan tetapi demi menjaga kelangsungan tradisi nenek moyang dalam mendukung perayaan imlek. Beberapa kelenteng di daerah Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur dan Jakarta selalu memesan kue produksi Katering Sari Rasa.

Harga kue keranjang made in Katering Sari Rasa di tahun 2013, silakan klik di sini
Harga kue keranjang made in Katering Sari Rasa di tahun 2014, silakan klik di sini.
Harga kue keranjang made in Katering Sari Rasa di tahun 2015, silakan klik di sini.
Harga kue keranjang made in Katering Sari Rasa di tahun 2016, silakan klik di sini.
Harga kue keranjang made in Katering Sari Rasa di tahun 2017, silakan klik di sini.

disarikan dari berbagai sumber

Cari Menu Sari Rasa

Cetak Halaman Ini

Peta Sari Rasa

Formulir Kontak Sari Rasa

Nama

Email *

Pesan *