SELAMAT DATANG DI KATERING SARI RASA

Gluten = Daging Vegetarian ?


Apakah gluten itu? Gluten adalah sebutan sebuah zat protein yang menyerupai lem yang membentuk struktur kenyal pada gandum (wheat). Gluten ditemukan dalam lusinan produk-produk yang berbasis wheat. Gluten banyak terdapat di dalam gandum hitam (rye) dan juga havermut (oats) dan jelai (barley) (kabar buruk bagi peminum bir).

Gluten sangat penting dalam pembuatan produk bakery (roti, kue kering dan cake). Sebab, gluten inilah yang membuat adonan jadi elastis (lentur) dan dapat direntangkan, sehingga setelah dipanggang, roti terasa kenyal saat dimakan. Rata-rata yang diperlukan untuk roti adalah tepung terigu dengan protein sekitar 11%. 

Gluten merupakan protein yang secara alami terkandung dalam hampir semua jenis serealia atau biji-bijian. Gluten mengandung 90% protein, 8% lemak, dan 2% karbohidrat. Senyawa ini merupakan kompleks dari dua tipe protein, yaitu gliadin dan glutenin. Ketika tepung dibasahi saat persiapan adonan, gluten mengikat sebagian air dan membentuk struktur seperti kisi-kisi. Struktur ini yang dimanfaatkan untuk memerangkap udara guna meningkatkan volume adonan pada pembuatan roti.


Meski gluten hanya terdapat dalam gandum, termasuk juga rye, barley, dan sedikit pada oat. Banyak sekali produk makanan yang terbuat dari serealia yang tentu saja mengandung gluten, seperti sereal, bir, whisky, vodka, pengental makanan, salad dressing, saus, dan sebagainya. Selain itu, karena sifatnya yang kenyal juga sering dimanfaatkan dalam pembuatan daging tiruan oleh para penganut vegetarian. Itu sebabnya, gluten sering disebut daging vegetarian. 


Namun, ada sejumlah orang yang tidak dapat mengonsumsi gluten karena reaksi daya tahan tubuh merusak dinding usus halus. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita celiac disease atau intoleransi terhadap gluten, mudah saja. Yaitu,  setiap kali mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, timbul gejala seperti diare, kembung, bahkan kejang karena sistem sarafnya yang terkena. Eliminasi makanan adalah cara tes yang paling mudah. Kalau kita hilangkan jenis makanan itu, dan tubuh terasa lebih baik, berarti makanan itu yang perlu kita hindari.

dari berbagai sumber

Memilih Menu Vegetarian

Banyak orang yang mengira bahwa bervegetarian adalah cara untuk sadar akan kesehatan dan pola makan yang baik. Dorongan seseorang untuk menjadi vegetarian bermacam-macam alasannya, misal: ingin sehat, cantik, langsing, dan panjang umur. Orang-orang vegetarian sebagian besar memilih makan dari bahan nabati.  Makanan nabati dapat dikelompokkan ke dalam jenisbuah, sayuran, padi-padian, buncis, kacang dan biji-bijian.

Pengelompokkan ini hanya untuk menggolongkan makanan berdasarkan asalnya dan/atau atas mutu yang hampir sama. Kelompok-kelompok demikian bisa saling melengkapi karena sebagian dari mereka merupakan makanan serbaguna.  Jagung kadang digunakan sebagai sayuran dan kadang sebagai biji-bijian. 

Sebagian orang vegetarian juga rindu akan rasa dan/atau tekstur dari produk hewani. Mereka berharap untuk menemukan penggantinya dalam resep-resep non-vegetarian, yaitu pengganti telur atau daging.

Pengganti telur. Suatu hal yang sulit untuk menemukan pengganti yang memiliki daya pengikat seperti telur untuk kue, roti, dan sebagainya. Walaupun terdapat tepung biasanya menggunakan bahan dasar tepung kentang atau tepung kacang panjang, tahu, tepung ararut, dan buah aprikot yang diblender dengan sedikit air. Bahan-bahan demikian tentunya memiliki nutrisi yang berbeda-beda.

Pengganti daging. Selama beratus-ratus tahun, penduduk Asia Timur telah membuat bahan pengganti yang menyerupai berbagai macam jenis daging. Di dunia Barat, umat Kristen mengonsumsi produk-produk tersebut pada masa Advent selama tujuh hari yang menganjurkan pola makan vegetarian.

Produk-produk ini biasanya terbuat dari kedelai, tepung, dan/atau protein kacang, dan dijual baik dalam kaleng atau dibekukan, atau sebagai campuran tepung. Sebagian mengandung putih telur yang berperan sebagai pengikat, yang lainnya adalah murni vegetarian. Sebagian besar dari produk ini diperkaya dengan nutrisi untuk menyamakan dengan kepadatan nutrisi dalam daging. 

Apakah Vegetarian itu?


Vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.
Berikut ini beberapa jenis dan tingkatan vegetarian:
1.    Semi-Vegetarian, di samping makan makanan dengan bahan nabati. Kelompok ini juga mau makan ikan, daging, susu, dan telur. Jenis nabatiwan ini adalah kelompok yang paling rendah.
2.    Lacto-ovo-vegetarian, selain makan yang berasal dari bahan nabati, mereka juga makan susu dan telur juga dimakan.
3.    Lacto-vegetarian, selain bahan nabati yang dimakan, tetapi mereka hanya makan makan yang mengandung susu dan makanan yang terbuat dari telur tidak dimakan.
4.    Ovovegetarian, kelompok nabatiwan ini merupakan kebalikan dari Lacto-vegetarian.
5.    Pesco-vegetarian, kelompok ini tidak makan daging, tapi mau makan ikan, susu, dan telur.
6.    Vegan merupakan kelompok nabatiwan yang paling ketat. Mereka hanya mau bahan makanan dari nabati saja dan sama sekali tidak memakan hewan laut atau produk olahan hewani. Bahkan madu dari lebah pun dihindari. Saking ketatnya, para vegan juga menentang penggunaan produk non-makanan yang berasal dari hewan, seperti pakaian dan sepatu, dan produk yang diujicobakan pada hewan seperti beberapa jenis kosmetik dan obat-obatan.

dari berbagai sumber

Manfaat Air Infus


Air infuse ini bukan infuse yang biasa dipakai untuk injeksi pasien di rumah sakit. Air infus dalam hal ini sebenarnya adalah air yang dimasuki irisan buah, baik itu lemon, timun, semangka, nanas, dan buah-buah lain, bahkan daun mint dan daun-daun lainnya untuk memberikan rasa dari air.

Dilansir dari situs SF Gate, air infus memberikan banyak manfaat antara lain mengandung antioksidan, meregulasi kadar keasaman (pH) tubuh, menjaga kesehatan ginjal, memberikan tambahan vitamin, serta membantu melawan penyakit kronik. Menurut Kim Chandler, ahli gizi dari Inggris, air infus dapat memberikan rasa pada air sehingga membantu orang untuk mampu minum lebih banyak. "Bahkan air infus lebih baik dari jus atau smoothies karena tidak ada penambahan gula ke dalamnya," ujarnya.

Air infus (infused water) adalah minuman sedang digemari di kalangan penggiat kesehatan dalam beberapa waktu terakhir. Mereka kerap membawa botol minuman berisi air dengan potongan buah di dalamnya. Nah, cara ini mungkin dapat ditiru untuk menjadi lebih sehat. Air infus sejatinya dapat dibuat sesuai dengan selera Anda.

Ada beberapa jenis buah dan daun-daunan yang memiliki kesegaran dan manfaat yang khusus jika dikombinasikan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Lemon, timun, daun mint, dan stroberi
Lemon dan timun merupakan kombinasi yang baik untuk air infus, daun mint akan menambah rasa segar, dan stroberi akan membuatnya unik.

2. Blackberry, lemon, dan jahe
Jahe baik untuk memberikan semangat pada Anda, penambahannya dengan lemon dan blackberry akan memberikan rasa manis dan segar yang alami.


3. Buah favorit
Cara paling simpel untuk membuat air infus, masukan saja potongan buah favorit ke dalam air, misalnya lemon, apel, atau anggur.

4. Timun dan daun mint
Selain buah, sayuran seperti timun juga dapat digunakan untuk membuat air infus. Campurkan daun mint untuk menambah rasa segar darinya.

5. Lemon dan bluberi
Lemon memiliki rasa segar yang kuat. Sementara bluberi selain memberikan rasa manis, juga mengubah warna air menjadi kemerahan yang menambah selera Anda.

6. Jeruk-jerukan
Lupakan jus atau lemonade, karena jeruk-jerukan kini dapat dibuat air infus yang segar. Gunakan kombinasi lemon, jeruk nipis, dan jeruk dalam air.

dari berbagai sumber


Manfaat Dan Bahaya Formalin

Formalin sudah sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air, sebagai bahan pengawet biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen. Bila tidak diberi bahan pengawet, makanan seperti tahu atau mi basah seringkali tidak bisa tahan dalam lebih dari 12 jam.

Di sektor industri sebenarnya formalin sangat banyak manfaatnya, seperti: anti bakteri  sehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian, pembasmi lalat dan berbagai serangga lain. Formalin biasaya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas  dalam dunia fotografi.  Di industri perikanan, formalin digunakan untuk menghilangkan bakteri yang biasa hidup di sisik ikan.

Di masyarakat, formalin disalahgunakan sebagai bahan pengawet untuk pangan agar kelihatan segar dan fresh seperti masih baru seperti pada tahu, ayam dan ikan. Formalin yang masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan gejala seperti tenggorokan terasa panas, mencret, muntah dan keracunan. Selain itu formalin juga dapat menimbulkan ganggunan peredaran darah dan memacu tumbuhnya kanker.

Contoh dan ciri makanan yang mengandung formalin :

1. Mi basah
Baunya sedikit menyengat. Awet, tahan dua hari dalam suhu kamar 25º Celsius. Pada suhu 10ºC atau dalam lemari es, bisa tahan lebih dari 15 hari. Mi tampak mengkilat (seperti berminyak), liat (tidak mudah putus), dan tidak lengket.

2. Tahu
Bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur dan awet sampai tiga hari pada suhu kamar 25ºC. Pada suhu lemari es 10ºC tahan lebih dari 15 hari. Baunya juga agak menyengat. Aroma kedelai sudah tak nyata lagi.

3. Bakso
Kenyal dan awet, setidaknya pada suhu kamar bisa tahan sampai lima hari.

 4. Ikan
Berwarna putih bersih dan kenyal. Insangnya berwarna merah tua dan bukan merah segar. Awet pada suhu kamar sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. Tidak terasa bau amis ikan, melainkan ada bau menyengat.

5. Ayam potong
Berwarna putih bersih dan tidak mudah busuk atau awet dalam beberapa hari.  
Bila terpapar formalin dalam jumlah yang banyak, tanda dan gejala akut atau jangka pendek yang dapat terjadi adalah bersin, radang tonsil, radang tenggorokan, sakit dada, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual, diare dan muntah. Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.

Bila terhirup formalin mengakibatkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, gangguan pernafasan, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan serta batuk-batuk. Kerusakan jaringan sistem saluran pernafasan bisa mengganggu paru-paru berupa pneumonia (radang paru) atau edema paru (pembengkakan paru).


Cari Menu Sari Rasa

Cetak Halaman Ini

Peta Sari Rasa

Formulir Kontak Sari Rasa

Nama

Email *

Pesan *