SELAMAT DATANG DI KATERING SARI RASA

Goreng Sangrai Atau Sangan

Kacang goreng sangrai renyah. Bumbu digoreng sangan sampai kekuningan. Kalimat ini sering kita dengar atau baca dalam kehidupan harian. Apakah artinya goreng sangrai atau goreng sangan itu? Goreng sangan atau sangrai  adalah suatu proses penggorengan yang dilakukan tanpa menggunakan minyak. Penggorengan sangan ini menggunakan media alat goreng atau wajan yang dipanaskan dengan sumber panas. Sumber panas ini bisa dengan tungku atau kompor gas.

Bahan yang digoreng ditaruh di atas wajan yang sudah dan terus dipanaskan sampai bahan yang digoreng itu masak sesuai yang diinginkan. Pada saat penggorengan tersebut terjadi perubahan keadaan bahan makanan, baik sifat fisik maupun sifat kimiawinya sehingga keadaan bahan pangan ada yang menjadi lunak dan enak dimakan.

Pemanasan ini mengakibatkan sebagian besar mikroorganisme dan enzim mengalami kerusakan, sehingga bahan yang telah di masak lebih tahan lama beberapa hari. Untuk pengorengan sangan, di gunakan radiasi panas dimana terjadi secara secara pancaran dan berlangsung secara radiasi. 

Proses pengorengan sangan bisanya dilakukan pada bahan biji-bijian seperti kacang tanah, jagung, kopiataupun bumbu masak tertentu. Untuk beberapa jenis makanan misalnya kacang polong dan kacang tanah, penggorengan yang di lakukan adalah sedemikian rupa sehingga tidak terjadi perubahan dalam penampakan ataupun kehillangan rasa sedap. Akan tetapi pada kacang tanah jenis polong-polongan, pemanasan dengan sumber panas yang tinggi dapat menyebabkan kegosongan. Demikian juga untuk goreng sangan bumbu perlu pemanasan yang kecil, tidak panas tinggi supaya tidak gosong.

Seblak, Makanan Khas Bandung


Seblak adalah makanan kecil atau cemilan di kota Bandung. Makanan ini sedang populer sebagai cemilan ringan dan tidak menjadikan kenyang. Bahan dasarnya adalah kerupuk mentah yang dibantatkan dengan cara direbus pada air mendidih. Kerupuk  yang sudah direbus kemudian ditumis dengan berbagai macam jenis bahan pelengkap lainnya, misalnya seperti telur, sayuran, seafood dan lain sebagainya. Perkembangan jenis seblak berdasar campuran olahannya.

Makanan yang bernama seblak ini unik dan enak karena bahan dasarnya terbuat dari kerupuk yang direbus. Kerupuk pada umumnya digoreng dengan minyak lalu disajikan untuk dinikmati. Seblak basah disajikan dengan memiliki sedikit kuah sehingga makanan ini tidak memiliki tekstur yang kering dan renyah.


Selain rasanya yang enak dan dapat menggoda selera, makanan ini juga memiliki harga yang cukup terjangkau dan biasanya banyak tersedia di pinggir jalan atau pusat jajan makanan tradisional. 

Anglo: Tungku Gerabah


Anglo adalah kompor atau tungku memasak yang terbuat dari tanah liat. Ukuran anglo bermacam-macam, ada yang besar, sedang, dan kecil. Anglo berukuran kecil bisanya digunakan untuk membuat kue tradisional bernama kue serabi, untuk membakar kemenyan/dupa, merebus lilin untuk membatik, dan uap ratus. Anglo ukuran besar biasanya digunakan untuk keperluan memasak sehari-hari. Semua jenis-jenis anglo ini mudah dipindahkan ke mana pun, asalkan memindahkannya secara hati-hati sebab anglo mudah pecah.

Bahan bakar kompor anglo biasanya berupa arang. Terkadang angglo ukuran besar bisa juga menggunakan bahan bakar kayu/ranting kering. Anglo banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Di Solo dan Yogyakarta, umumnya membuat kue serabi menggunakan anglo. Masakan Tongseng Solo (kambing muda), mie Jawa, dan nasi goreng kambing menggunakan anglo ukuran sedang.

Wedang Uwuh (Garbage Drink)

Wedang uwuh ini adalah minuman khas dari Yogyakarta. Wedang uwuh adalah minuman dengan bahan rempah – rempah dan dedaunan sehingga mirip dengan sampah. Rempah-rempah yang biasa diracik adalah jahe, cengkeh, kayu manis, pala dll. Dedaunan yang biasa diracik adalah daun cengkeh, daun kayu manis, daun salam, sereh dan serutan kayu secang.

Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman hangat, sedangkan uwuh berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena serutan kayu  secang. Bau harum muncul dari aroma kayu manis. Rasa hangat-pedas terbentuk dari jahe dan dedaunan rempah lainnya

Cara menyedu atau memanaskan wedang uwuh adalah sebagai berikut: bakar jahe, lalu dimemarkan. Tuang air dalam panci. Masukkan jahe, cengkeh atau batang cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis, daun pala, serutan kayu secang, jahe, dan gula batu. Masak dengan api sedang hingga mendidih. Rebus selama kurang lebih 15 menit. Tuang ke dalam gelas dengan disaring ataupun tanpa disaring, lalu hidangkan dalam keadaan hangat. Wedang uwuh dipercaya sebagai anti oksidan, menyegarkan badan, menyembuhkan masuk angin dan menghagatkan badan.

Pada awalnya wedang uwuh masih dalam bentuk bahan utuh berupa rempah-rempah asli, namun seiring perkembangan zaman dan kebutuhan akan kepraktisan, saat ini wedang uwuh sudah dikembangkan menjadi dalam bentuk instan, maupun bentuk celup.


Cari Menu Sari Rasa

Cetak Halaman Ini

Peta Sari Rasa

Formulir Kontak Sari Rasa

Nama

Email *

Pesan *